![]() |
| Foto : Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (tengah, memakai rompi) saat kunjungan kerja di Kota Bekasi. |
RODAJURNALIS.com, BEKASI – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kota Bekasi pada Rabu (21/01/2026) untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melihat langsung pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Dalam agenda pertama, Menko Pangan mendatangi sejumlah titik strategis, antara lain Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren Jaya 4, Karya Guna 2 Kampus A, SMAN 18 Kota Bekasi, serta SMAN 8 Kota Bekasi.
Kunjungan ini turut didampingi Wakil Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemerintah Kota Bekasi, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap implementasi program MBG di tingkat lokal.
Zulkifli Hasan meninjau proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi, serta berdialog dengan pengelola SPPG dan pihak sekolah. Ia menegaskan pentingnya kualitas gizi dalam program tersebut.
>“Program ini bukan hanya soal pembagian makanan, tetapi juga memastikan kandungan gizinya sesuai standar dan tepat sasaran,” ujar Zulkifli Hasan.
![]() |
| Foto : Menko Pangan, Zulkifli Hasan (memakai topi), di dampingi Walikota Bekasi Tri Adhianto (kanan) dan Wakil Wali Kota, Abdul Haris Bobihoe (kiri) |
Usai meninjau program MBG, Menko Pangan bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi melanjutkan kunjungan ke TPST Bantargebang hingga Polder Ciketing Udik untuk melihat pengelolaan sampah.
Pemerintah menekankan perlunya penentuan prioritas penanganan agar persoalan sampah tidak semakin berdampak pada masyarakat.
Tri Adhianto mencontohkan praktik pengelolaan sampah di Tiongkok yang mampu dilakukan di tengah kota maupun kawasan elit tanpa menimbulkan bau, berkat teknologi modern termasuk penanganan mikroplastik.
Menurut Tri, Bekasi memiliki infrastruktur pendukung yang memadai. Tantangan utama kini adalah komitmen dan keberanian mempercepat proses, termasuk memangkas birokrasi yang selama ini memakan waktu bertahun-tahun.
>“Yang paling penting itu prioritasnya harus jelas. Masyarakat tidak mau terus menunggu, karena kalau terlambat persoalannya makin besar.
Infrastruktur sudah ada, teknologinya ada, sekarang tinggal komitmen dan semangat kita untuk mempercepat, termasuk memangkas proses administrasi. Kalau kita serius, hitungan tahun bisa dipangkas jadi hitungan bulan,” jelas Tri.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat menjadi daerah terdepan dalam pengelolaan sampah yang bersih, cepat, dan berkelanjutan.***(Iwan)



