![]() |
| Foto : Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat mengunjungi Firoos Gatvan Ramadhan pelajar SMP di Subang. (Screendshot YouTube) |
RODAJURNALIS.com, SUBANG — Dunia maya digemparkan oleh kabar seorang pelajar SMP asal Subang, Firoos Gatvan Ramadan (14 tahun), yang menerima surat resmi dari NASA setelah berhasil menemukan celah berbahaya dalam sistem digital lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Temuan itu disampaikan melalui platform keamanan siber Bugcrowd, dengan menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT). Firoos mengidentifikasi tautan digital yang sudah tidak aktif namun masih bisa dieksploitasi untuk phishing.
Ia melampirkan bukti konsep yang menunjukkan potensi pengambilalihan akun, yang jika dibiarkan dapat menimbulkan dampak luas, termasuk penyebaran informasi palsu atas nama NASA.
“Saya tidak menyangka laporan sederhana saya bisa mendapat perhatian dari NASA. Semoga ini jadi motivasi bagi teman-teman sebaya untuk berani mencoba hal-hal positif di dunia digital,” ujar Firoos saat ditemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Subang, Minggu (19/4/2026).
![]() |
| Foto : Firoos Gatvan Ramadan, Pelajar SMP Kelas 8 Subang. |
Sorotan Internasional
Apresiasi berupa surat resmi yang ditandatangani pejabat keamanan informasi NASA membuat nama Firoos melesat hingga menjadi sorotan internasional.
Ia mengaku ketertarikannya pada dunia teknologi sudah muncul sejak duduk di bangku Sekolah Dasar dan berharap bisa terus belajar serta berkontribusi di bidang keamanan siber.
Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai pencapaian Firoos sebagai bukti bahwa anak daerah mampu bersaing di level global. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai sinyal kuat bahwa pendidikan lokal bisa melahirkan talenta berkelas dunia.
Pemerintah daerah berkomitmen mendukung potensi anak-anak muda agar dapat terus berprestasi di panggung internasional, khususnya dalam bidang teknologi informasi dan keamanan siber.
Harapan ke Depan
Keberhasilan Firoos diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk mengasah kemampuan digital, berani berinovasi, dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dunia maya.
Penutup: Kisah Firoos menunjukkan bahwa semangat belajar dan keberanian melangkah dapat membuka peluang besar, bahkan hingga mendapat pengakuan dari lembaga internasional sekelas NASA. ***red



