![]() |
| Foto : Penampakan sebuah lintang kemukus atau di sebut Meteor Lyrid. |
RODAJURNALIS.com, LAMPUNG — Pada Sabtu malam, 4 April 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh cahaya melintas di langit. Secara ilmiah, fenomena ini merupakan bagian dari hujan meteor Lyrid yang mulai aktif awal April.
Partikel kecil dari komet Thatcher terbakar di atmosfer, tampak seperti “bintang jatuh” yang aman dan indah untuk disaksikan.
Namun, di balik sains modern, masyarakat kita juga mengenal istilah lintang kemukus atau “bintang berekor”.
Dalam tradisi orang terdahulu, kemunculannya sering dianggap sebagai pertanda besar—bahkan dikaitkan dengan peristiwa sejarah seperti G30S PKI.
Netizen pun ramai membicarakan hal ini, mengingatkan kembali bagaimana orang tua dulu menafsirkan langit sebagai isyarat kehidupan.
![]() |
| Foto : Penomena ini terlihat di langit daerah lampung. |
✨ Fakta Penting
- Fenomena 4 April hanyalah awal hujan meteor Lyrid.
- Puncaknya akan terjadi pada 22–23 April 2026, dengan intensitas hingga 20 meteor per jam.
- Secara ilmiah, fenomena ini tidak berbahaya dan murni keindahan alam semesta.
📍 Tips Mengamati
- Pilih lokasi gelap jauh dari polusi cahaya.
- Waktu terbaik: tengah malam hingga menjelang fajar.
- Tidak perlu teleskop, cukup dengan mata telanjang.
🌌 Catatan Budaya
Meski sains menjelaskan fenomena ini sebagai hujan meteor, cerita lama tentang lintang kemukus tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya kita.
Langit bukan hanya ruang astronomi, tapi juga ruang imajinasi dan tafsir sosial.***(red)



