![]() |
| Foto : Kegiatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ponpes Al Izziah Islamic Boarding School. |
RODAJURNALIS.com, BEKASI — Pondok Pesantren Al Izziah Islamic Boarding School di Desa Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menggelar upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sènin,17/8/2026
Upacara yang berlangsung di halaman pesantren ini dihadiri oleh perwakilan Koramil, Polsek, Densus 88, BPIP, serta tokoh masyarakat, RT/RW, dan aparat kelurahan. Meski lurah setempat berhalangan hadir, acara berjalan lancar dengan pengawalan langsung dari aparat keamanan.
Ketua Pesantren, Ustad Topik Nurohman, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantren sebagai tuan rumah.
“Hari kemerdekaan ini menjadi momentum penting bagi santri untuk memahami bahwa mereka adalah penerus perjuangan bangsa. Kami berkomitmen mengikuti arahan pemerintah dan aparat agar pesantren berdiri tegak lurus di Republik Indonesia,” ujarnya.
![]() |
| Foto : Ketua Pesanter, Ustd Topik Nurohman, S.Pd.I, |
Topik menambahkan, pihaknya berharap pesantren terus didampingi agar santri memahami nilai kebangsaan. “Kadang pesantren dianggap tidak hormat pada bendera, tapi insyaallah kami akan membuktikan bahwa pesantren juga menjunjung tinggi nasionalisme,” tegasnya.
Sementara itu, Ibu Masitoh, Kasubtim Akademik Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama, menegaskan pihaknya mengawal pelaksanaan kegiatan HUT RI di pesantren. Ia menjelaskan bahwa izin operasional Pesantren Al Izziah masih dalam proses.
“Pesantren harus memenuhi syarat minimal, seperti adanya kiai, santri, kitab kuning, masjid, dan asrama. Semua ini penting agar pesantren dapat memberikan kontribusi nyata sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” jelasnya.
![]() |
| Foto : Masitoh, Kasubtim Akademik Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama |
Masitoh menambahkan, legalitas operasional akan memperkuat peran pesantren dalam membangun karakter santri. “Pesantren harus menjadi pusat pendidikan akhlak mulia yang tetap menjunjung tinggi nilai kebinekaan,” katanya.
Menurut data, Pesantren Al Izziah saat ini memiliki 148 santri, 18 guru, dan satu kiai. Meski berstatus boarding school, izin operasional resmi masih menunggu penyelesaian administrasi.
Dengan semangat kemerdekaan, pesantren ini menegaskan komitmennya untuk mendidik santri tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga dalam nilai kebangsaan, sehingga lahir generasi yang berkarakter dan cinta tanah air.***
Pewarta : Sumarno




