-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Operasi SAR Longsor Pandanarum Ditutup, 17 Korban Ditemukan dan 11 Masih Hilang

Rabu, 26 November 2025 | 15:02 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-26T08:20:17Z
Foto : Tim Gabungan saat melaksanakan Tabur Bunga di lokasi bencana Banjarnegara.

RODAJURNALIS.com, BANJARNEGARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan penghentian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Selasa (25/11/2025).


Keputusan ini diambil setelah sepuluh hari pencarian tanpa henti oleh tim gabungan, yang berhasil menemukan 17 korban meninggal dunia, termasuk dua potongan tubuh manusia. Namun, 11 korban lainnya masih belum ditemukan.  


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah evaluasi menyeluruh. Kondisi tanah yang masih bergerak, cuaca tidak menentu, serta kedalaman timbunan material menjadi pertimbangan utama demi keselamatan petugas dan masyarakat.  


Pada hari terakhir pencarian, tim SAR gabungan menemukan lima jenazah tambahan yang langsung dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses identifikasi. Prosesi penutupan operasi SAR diwarnai doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor, dihadiri keluarga korban serta masyarakat setempat.  

Foto : Doc. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, (BNPB).

Dampak Bencana

Selain menelan korban jiwa, longsor di Pandanarum juga menyebabkan empat warga luka-luka dan memaksa 1.019 jiwa dari 343 KK mengungsi di lima lokasi pengungsian.


Kerugian material meliputi 206 rumah roboh, dua masjid, satu musala, jalur antar desa sepanjang 800 meter tertutup material, saluran irigasi sepanjang 670 meter rusak, serta kerugian ekonomi berupa ternak, warung, dan kolam ikan.  


Tahap Pemulihan

BNPB menegaskan bahwa meski operasi SAR ditutup, dukungan terhadap masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas. Langkah pemulihan mencakup:


- Relokasi warga dari zona merah yang dinyatakan tidak aman untuk hunian.  


- Penyediaan 50 hunian sementara (huntara) tahap awal, dengan target rampung sebelum akhir Desember.  


- Rencana pembangunan hunian tetap (huntap) dalam jangka menengah.  


- Penyaluran santunan bagi keluarga korban sesuai ketentuan pemerintah.  


- Pendampingan psikososial berkelanjutan bagi keluarga korban dan warga yang mengalami trauma.  


Selain itu, BNPB bersama pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pemetaan risiko dan penataan kawasan berbasis ekologi sebagai langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah bencana serupa.  

Foto : doc. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Apresiasi dan Harapan

BNPB menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR, relawan, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat yang bekerja tanpa mengenal lelah sejak hari pertama. Solidaritas dan gotong royong masyarakat disebut sebagai kekuatan utama dalam menghadapi masa sulit ini.  


“Pemulihan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga rasa aman dan keutuhan sosial masyarakat,” tulis BNPB melalui kanal resminya.  


Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan masyarakat Banjarnegara dapat bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar.***


_____________________________________________________

Berita ini di kutif dari berbagai sumber.

#InfoBencanaBNPB #TanahLongsor #Banjarnegara #JawaTengah

×
Berita Terbaru Update